Tim penilai Karang Taruna Terbaik 2012 dari Kementerian Sosial RI melihat usaha ekonomi produktif Karang Taruna Gunung Lengkuas usai tes wawancara

Wakil Kemensos Kagumi Karang Taruna Gunung Lengkuas

Tak pernah disangka oleh Mustahal, limbah bauksit yang diolahnya bersama teman-temannya mengundang ketertarikan tim penilai karang taruna nasional 2012. Kreativitas ini pun siam diadu dengan perwakilan karang taruna lain di Jakarta bulan depan.

Di dalam ruangan tertutup, Mustahal (33) memperlihatkan satu persatu berkas administrasi usaha ekonomi produktif pemuda kepada tim penilai dari Kementerian Sosial RI, Rabu (24/10). Untuk lebih melengkapi data, Ketua Bisnis Center Karang Taruna Kelurahan Gunung Lengkuas Bintan Timur tersebut kembali memperlihatkan semua profil kegiatan kepemudaan pada proyektor yang sudah terpasang di aula keluarahan tersebut.

Tahapan penilaian tersebut tidak menjadikan Mustahal risau, karena data yang disuguhkan sesuai dengan aktivitas yang dijalaninya selama 2 tahun tersebut. Mustahal terlihat tidak risau saat ketua tim penilai Kemensos RI, Joko Raharjo melontarkan pertanyaan. Apalagi saat itu Ia di dampingi Camat Bintan Timur, Ramlah dan Lurah Gunung Lengkuas Agus Zulkarnain selaku pembina Karang Taruna Gunung Lengkuas.

Usai mempresentasikan usaha ekonomi pemuda pembuatan batako dari bahan limbah tambang bauksit (tailing), Ketua Karang Taruna Bintan Arif Sumarsono dan Ketua Karang Taruna Kepri Said M Idris mengajak tim Kemensos meninjau usaha pembuatan batako di KM 20 Gunung Lengkuas. Joko Raharjo seperti sudah memahami ajakan tersebut. Bersama satu tim penilai pendamping, pejabat untuk menentukan Karang Taruna Terbaik nasional tahun 2012 itu langsung menuju lokasi Bisnis Center Karang Taruna.

Di tempat usaha, beberapa orang pencetak batako terlihat sibuk memasukan campuran limbah bauksit dengan pasir dan semen ke dalam cetakan. Sekali-sekali tangan pekerja menekan dan merapikan posisi cetakan pembuatan batako tersebut. Joko Raharjo tidak langsung menghampiri pekerja saat tiba di lokasi usaha Karang Taruna Gunung Lengkuas. Tapi, pejabat dari pusat itu terpana saat melihat onggokan tanah merah di samping tumpukan pasir. Joko merasa cukup aneh ada tanah merah bercampur pasir itu.

“Ini merupakan limbah bauksit yang selama ini mengganggu masyarakat. Tapi, sejak tahun lalu limbah bauksit itu kami jadikan bahan pembuatan batako. Ternyata, kualitas batako limbah bauksit lebih kuat dan mendatangkan uang,” ujar Mustahal kepada Joko.

Tim penilai Karang Taruna Terbaik Nasional tahun 2012 tersenyum dan menganggukan kepalanya sebagai tanda kagum. Melihat kreativitas itu, Joko bukan mengagumi dengan usaha yang memberikan dampak positif terhadap sosial dan menciptakan lapangan kerja. Tapi, Karang Taruna Gunung Lengkuas bisa memanfaatkan potensi daerah.

“Ini luar biasa, limbah bauksit bisa mendatangkan uang. Inovasi yang seperti ini yang diharapkan dari kalangan pemuda untuk memberikan manfaat terhadap lingkungan masyarakat. Apalagi usaha ini sudah punya sertifikat dari Sucopindo, kualitasnya pasti lebih diakui,” sebut Joko Raharjo.

Lurah Gunung Lengkuas, Agus Zulkarnain saat di dampingi Camat Bintim, Ramlah, mengaku, saat ini usaha pembuatan batako dari limbah bauksit Karang Taruna Gunung Lengkuas sangat berperan dalam menunjang program rehabilitasi rumah tidak layak huni yang dijalankan Pemkab Bintan. Untuk memenuhi kebutuhan RTLH, Karang Taruna Gunung Lengkuas harus memproduksi sedikitnya 300 batako per hari. Dari hasil usaha, Karang Taruna sudah berperan terhadap masyarakat. Bahkan, organisasi kelompok pemuda juga memfasilitasi kepada pihak swasta untuk menjalankan kegiatan kepedulian terhadap masyarakat. Bahkan, sudah hampir mencapai 20 orang pelajar mendapat beasiswa.

“Karang Taruna juga berperan aktif dalam pengembangan kelompok usaha bersama (Kube) yang dijalankan masyarakat. Dari peran itu, Karang Taruna Gunung Lengkuas terpilih mewakili Kepri untuk ke tingkat nasional. Untuk tes wawancara seleksi Karang Taruna terbaik nasional, tanggal 7 sampai 11 November nanti, Mustahal akan mempresentasikan usaha di Jakarta,” terang Zul.(NET)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s